Berita & Kegiatan

Kabar dan Dokumentasi Program Kerja Lintas Bidang FKPMR

Fun Walk bersama IKA Unri Jabodetabek dan sekitarnya Sekretariat Jenderal
30 August 2026

Fun Walk bersama IKA Unri Jabodetabek dan sekitarnya

Ketua FKPM Riau Raja Mambang Mit Ikut Meriahkan Jalan Santai IKA UNRI Jabodetabek JAKARTA – Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat (FKPM) Riau, Drs. H. Raja Mambang Mit, turut meramaikan kegiatan jalan santai yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) Jabodetabek, Ahad (30/08/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring alumni Universitas Riau yang berada di Jabodetabek. Agenda ini juga turut dihadiri Ketua IKA Unri Suhu Wan, DR. H. Ahmad Hijazi, M.Si Sekjen BPH FKPMR (Sekda Provinsi Riau pada masanya) dan H. Rusli Zainal, MM (Gubernur Riau pada masanya). Kehadiran Raja Mambang Mit menambah semarak suasana. Selain menjadi ajang olahraga bersama, jalan santai ini juga menjadi ruang bertemu, bernostalgia, dan membangun komunikasi antara para alumni serta tokoh masyarakat Riau. Semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ikatan keluarga besar Universitas Riau tidak berhenti setelah masa perkuliahan, tetapi terus tumbuh melalui silaturahmi dan kontribusi di tengah masyarakat. Jalan santai, sehat bersama, silaturahmi tetap terjaga. #IKAUNRI #IKAUNRIJabodetabek #UniversitasRiau #RajaMambangMit #FKPMRiau #AlumniUNRI #JalanSantai #Silaturahmi #Riau

Milad ke-28 FKPMR, Wujud Syukur Tak hanya Dirayakan, Tetapi Dibagikan kepada Sesama Sekretariat Jenderal
22 August 2026

Milad ke-28 FKPMR, Wujud Syukur Tak hanya Dirayakan, Tetapi Dibagikan kepada Sesama

PEKANBARU, FKPMR- Memperingati Hari Ulang Tahun ke-28 tahun 2026, Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) menggelar rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar pengurus, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat. Setelah menggelar rapat pengurus sekaligus acara syukuran pada 21–22 Juni 2026, FKPMR melanjutkan rangkaian milad dengan kegiatan anjangsana ke Panti Asuhan Anak dan Balita Fajar Harapan pada Senin (29/6/2026). Rapat pengurus dan syukuran milad dipimpin langsung oleh Ketua Umum FKPMR, H. R. M. Mambang Mit. Sementara kegiatan anjangsana dipimpin oleh Wakil Ketua Umum FKPMR, Datuk H. Endang Sukarelawan, didampingi tim pelaksana yang terdiri dari Datuk Azmi Azis, Puan Hj. Jahlelawati, dan Puan Hj. Yati Hartati. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pengurus panti beserta anak-anak yang tinggal di sana. Dalam kesempatan tersebut, FKPMR menyerahkan berbagai bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak panti. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus tumbuh dengan penuh harapan dan semangat meraih masa depan yang lebih baik. Meski sedang berada di Batam, Ketua Umum FKPMR H. R. Mambang Mit tetap mengikuti jalannya kegiatan melalui sambungan video call. Beliau berkesempatan menyapa seluruh rombongan, pengurus panti, serta anak-anak yang hadir. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa nilai utama peringatan milad bukan hanya bertambahnya usia organisasi, tetapi bagaimana organisasi mampu terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Peringatan Milad ke-28 FKPMR menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi ruh perjuangan organisasi. Dengan mengusung nilai gotong royong dan kebersamaan, FKPMR berharap dapat terus menjadi wadah pemersatu para pemuka masyarakat Riau sekaligus menghadirkan program-program yang memberi dampak positif bagi daerah dan masyarakat luas.

FKPMR Kecam Kericuhan di DPRD Riau, Desak Semua Pihak kembalikan Marwah Politik Beradab Sekretariat Jenderal
22 August 2026

FKPMR Kecam Kericuhan di DPRD Riau, Desak Semua Pihak kembalikan Marwah Politik Beradab

PEKANBARU, FKPMR– Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan DPRD Provinsi Riau saat pelaksanaan rapat Badan Anggaran (Banggar), Rabu (16/7/2026). FKPMR menilai insiden tersebut telah mencoreng marwah lembaga legislatif sebagai rumah rakyat dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya Melayu yang menjunjung tinggi musyawarah serta adab. Dalam rilis resmi yang diterbitkan di Pekanbaru, Kamis (16/7/2026), FKPMR menyatakan keprihatinan mendalam atas bentrokan yang melibatkan dua kelompok pendukung anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Golkar. Menurut FKPMR, DPRD merupakan lembaga terhormat yang menjadi representasi langsung masyarakat, sehingga tidak sepatutnya dijadikan arena adu fisik maupun pelampiasan emosi. FKPMR menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan anarkis, pengerahan massa, maupun kekerasan fisik di lingkungan DPRD. Organisasi ini mengingatkan bahwa setiap perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan argumentasi yang sehat. Peristiwa tersebut juga dinilai bertolak belakang dengan falsafah Melayu Riau, "Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah, Syarak Mengata Adat Memakai." Nilai-nilai tersebut, menurut FKPMR, seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan politik maupun penyelenggaraan pemerintahan. Selain mengecam aksi kekerasan, FKPMR mendesak pimpinan DPRD Provinsi Riau segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan internal, menertibkan akses massa pendukung, serta memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar tata tertib. FKPMR juga meminta DPD Partai Golkar Provinsi Riau dan DPP Partai Golkar melakukan pembinaan terhadap kader maupun simpatisannya agar tidak mencoreng nama baik partai dan lembaga legislatif. Aparat penegak hukum pun didorong untuk memproses secara hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam insiden tersebut. FKPMR mengingatkan seluruh anggota DPRD, partai politik, dan masyarakat bahwa jabatan politik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai bagian dari unsur "Tali Berpilin Tiga", FKPMR berharap insiden ini menjadi pelajaran bersama agar marwah DPRD Provinsi Riau tetap terjaga serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif tidak semakin menurun.

FKPMR Desak Pemerintah Riau Perkuat Kewaspadaan Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla Sekretariat Jenderal
22 August 2026

FKPMR Desak Pemerintah Riau Perkuat Kewaspadaan Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla

PEKANBARU, FKPMR- Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) meminta Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota, Satgas Karhutla, TNI, Polri dan BPBD meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring potensi fenomena iklim El Niño yang dapat memicu kondisi kering ekstrem. Sikap tersebut disampaikan FKPMR setelah menghimpun berbagai informasi dan aspirasi masyarakat Riau terkait ancaman Karhutla dan potensi memburuknya kualitas udara di Bumi Lancang Kuning. FKPMR menilai pengalaman Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran penting. Bencana tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memicu gangguan kesehatan masyarakat, terutama penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), mengganggu aktivitas pendidikan, perekonomian, transportasi udara, hingga merusak ekosistem. Karena itu, FKPMR mendorong pemerintah dan seluruh unsur terkait meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan di wilayah rawan kebakaran, terutama kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. “Peningkatan kewaspadaan harus dilakukan sejak dini. Jangan sampai penanganan baru bergerak setelah kebakaran meluas dan asap sudah mengganggu masyarakat,” demikian sikap FKPMR dalam pernyataannya. FKPMR juga meminta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU), Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), serta pemegang izin usaha berbasis lahan di Riau memastikan seluruh sarana dan prasarana pemadam kebakaran dalam kondisi siap digunakan. Selain itu, perusahaan diminta meningkatkan pemantauan terhadap wilayah konsesi dan zona sepadannya serta turut membantu masyarakat sekitar dalam upaya pencegahan dan mitigasi Karhutla. Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan FKPMR juga menyerukan kepada masyarakat Riau agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran. Masyarakat didorong menerapkan Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan dan lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla. FKPMR turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi kesehatan sebagai langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk akibat Karhutla. Di sisi lain, tokoh adat, tokoh agama, ulama, pemuda dan organisasi kemasyarakatan diminta aktif memberikan edukasi mengenai bahaya Karhutla melalui mimbar keagamaan, majelis adat, forum warga dan berbagai ruang publik. “Menjaga kelestarian alam merupakan amanah moral, adat dan budaya masyarakat Riau. Alam adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga keseimbangannya,” tegas FKPMR. Fasilitas Kesehatan Diminta Bersiap FKPMR juga meminta pemerintah dan pengelola layanan kesehatan, baik fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, mempersiapkan fasilitas medis, posko kesehatan, obat-obatan dan persediaan masker apabila terjadi penurunan kualitas udara. FKPMR memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengendalian Karhutla. Forum tersebut juga mengajak seluruh komponen masyarakat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mencegah serta menangani Karhutla. Bagi FKPMR, pencegahan Karhutla bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian Bumi Lancang Kuning.

FKPMR Audiensi dengan Gubernur Riau Politik, Tata Pemerintahan dan OTDA
21 August 2026

FKPMR Audiensi dengan Gubernur Riau

Badan Pelaksana Harian FKPMR Riau melaksanakan pertemuan audiensi resmi bersama Gubernur Riau bertempat di Gedung Daerah. Pertemuan ini membahas arah kebijakan pembangunan daerah Riau yang sinergis dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat adat serta pemeliharaan marwah Melayu.

Seminar Pelestarian Budaya Melayu Keagamaan
21 August 2026

Seminar Pelestarian Budaya Melayu

FKPMR melalui Bidang Keagamaan menyelenggarakan seminar kebudayaan dalam rangka pelestarian nilai-nilai adat bagi generasi muda di Pekanbaru. Seminar ini bertujuan untuk memperkuat jati diri Melayu sebagai pilar harmoni sosial di Bumi Lancang Kuning.

Rapat Kerja FKPMR Pertanahan dan Lingkungan Hidup
21 August 2026

Rapat Kerja FKPMR

FKPMR menggelar Rapat Kerja jajaran pengurus untuk merumuskan agenda strategis, khususnya mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam daerah agar berpihak pada kesejahteraan rakyat banyak dan kelestarian lingkungan hidup.